Selasa, 13 November 2012

Kepolaran dari suatu senyawa


Laporan Hasil Praktikum

I.                               Judul Percobaan     : Percobaan Uji Kepolaran Senyawa
II.                             Tujuan Percobaan              : Untuk mengetahui tingkat kepolaran suatu      senyawa
III.                          Landasan Teori       :
Senyawa kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsur-unsur nonlogam dengan unsur-unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa-senyawa kovalen umumnya memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan senyawa-senyawa ion. Senyawa-senyawa kovalen juga memiliki titik didih dan titik cair rendah.
Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovaken polar tejadi pengkutuban, artinya ada bagian yang bersifat lebih negatif dan ada bagian yang bersifat lebih positif. Senyawa kovalen polar memiliki kekuatan ikatan antarmolekul yang kebih besar dibandingkan senyawa kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan senyawa kovalen memiliki titik didih dan tinggi cair yang lebih tinggi.
Suatu ikatan kovalen polar apabila pasangan elektron ikatan tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung dua atom, kepolarannya dapat ditentukan dengan mudah.
  • Jika kedua atom itu sejenis, ikatannya pasti nonpolar. Contohnya :H2, Cl2, Br2.
  • Jika kedua atom itu tidak sejenis, ikatannya pasti polar. Contohnya : GCl, HBr, BrCl.
Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung tiga buah atau lebih atom, kepolarannya ditentukan oleh pasangan elektron bebas yang dimiliki atom pusat, yaitu yang persis ditengah-tengah molekul.
  • Jika atom pusat tidak mempunyai pasangan elektron bebas, maka bentuk molekul itu simetris sehingga pasangan elektron ikatan tertarik sama kuat ke semua atom. Akibatnya molekul tersebut nonpolar.
  • Jika atom pusat mempunyai pasangan elektron bebas, maka bentuk molekul itu tidak simetris sehingga pasangan elektron ikatan tertarik lebih kuat ke atom pusat, akibatnya molekul tersebut polar.
Percobaan ini akan menyelidiki kepolaran beberapa senyawa kovalen yaitu HCL, Urea 0,1 molar, CH3COOH, Glukosa dan NH4OH. Percobaan dilakukan dengan mengucurkan larutan senyawa kovalen dari buret. Pada kucuran didekatkan penggaris plastik yang telah digosokkan ke rambut yang kering sehingga memiliki muatan negatif atau bisa dengan magnet batang. Karena senyawa kovalen polar memiliki kutub-kutub, maka akan menunjukkan reaksi positif terhadap penggaris plastik/magnet batang. Kucuran akan membelok mendekati atau menjauhi penggaris plastik.



IV.                        Alat dan Bahan :

Ø Buret
Ø Corong
Ø Gelas Kimia
Ø Penggaris plastik atau bisa dengan magnet batang
Ø Statif
Ø Larutan HCL
Ø Larutan Urea 0,1 molar
Ø Larutan CH3COOH
Ø Larutan glukosa
Ø Larutan NH4OH
Ø Air (H2O)



V.                           Cara Kerja :

1.     Pasang buret pada statif dengan benar
2.     Isi buret dengan larutan larutan-larutan tersebut satu persatu dengan gelas kimia sebanyak 400 ml (tidak secara bersamaan)
 tiap selesai melalukan percobaan senyawa, buret dicuci dengan H2O sampai bersih kemudian ganti dengan larutan senyawa lainnya.
3.     Pastikan ketika sedang mengisi buret dengan larutan tersebut, kran buret dalam posisi tertutup (melintang).
4.     Letakkan gelas kimia di bawah buret sebagai penampung cairan isi buret
5.     Gosokkan penggaris plastik pada rambut yang kering atau bisa menggunakan magnet batang.
6.     Alirkan larutan tersebut dari buret dengan membuka kran buret secara perlahan.
7.     Dekatkan penggaris plastik yang sudah digosok tadi atau magnet batang pada larutan itu, namun jangan sampai menempel. Perhatikan apakah larutan tersebut tertarik penggaris plastik atau tidak.
8.     Cuci buret dengan H20 sampai bersih atau ganti buret, kemudian ulangi prosedur seperti diatas tadi dengan mengganti larutan senyawa lainnya.









VI.                        Hasil Pengamatan



No.
Bahan yang diuji
Aliran zat cair terhadap penggaris
Keterangan
Dibelokan
Tidak dibelokkan
1
HCL (Asam Klorida)
 ya
POLAR
2
Urea 0,1 molar

ya
NONPOLAR
3
CH3COOH (Asetat)
ya
POLAR
4
Glukosa

ya
NONPOLAR
5
NH4OH (Amonium Hidroksida)
ya
POLAR






VII.                       Menjawab Pertanyaan :

1)    Mengapa penggaris politena/ kaca bila digosok dapat menarik potongan kecil kertas yang didekatkan?
2)    Mengapa senyawa polar dapat tertarik oleh medan listrik yang terdapat pada batang magnet/penggaris/kaca?
3)    Apakah zat yang diselidiki di atas termasuk senyawa yang berikatan ion atau kovalen? Jelaskan!
4)    Senyawa ion dapat mempunyai muatan listrik, padahal tidak terjadi perpindahan elektron antara atom-atom yang berikatan. Mengapa demikian? Jelaskan!
Jawaban !!
1.     Karena atom-atom penggaris tersebut memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Pada saat menggosok penggaris tersebut dengan rambut, gosokan itu menyebabkan elektron-elektron itu pindah dari rambut ke penggaris. Dengan membuat lebih banyak elektron terkumpul pada penggaris, telah memberikan muatan listrik negatif pada penggaris tersebut. Penggaris itu bermuatan negatif, dan rambut tersebut bermuatan positif.

2.     Karena senyawa-senyawa yang bersifat polar berarti mempunyai kutub, sehingga jika didekatkan magnet pada suatu senyawa polar yang mengucur maka senyawa tersebut akan bereaksi sehingga kucurannya akan mendekat atau menjauhi magnet tergantung kutub apa yang dimilikinya.



3.     Zat yang diselidiki termasuk ikatan kovalen karena cenderung menangkap elektron dan terjadi pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama dan karena bermuatan, senyawa polar tentu dapat menarik elektron.

4.     senyawa ion mengandung ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion-ion ini bebas bergerak. Saat diberikan arus listrik anoda dan katoda yang dicelupkan pada larutan ion ini, maka ion akan bergerak ke kutub yang muatannya berlawanan dengan ion tersebut. Dengan demikian, terjadi aliran elektron. Aliran elektron berarti aliran listrik



VIII.                     Kesimpulan :

Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut tertarik saat didekatkan dengan medan listrik sedangkan suatu larutan dikatakan bersifat non polar apabila larutan tersebut tidak tertarik saat didekatkan dengan medan listrik.



TERIMAKASIH

Tidak ada komentar: